Skip to content

Sarwitri

Jenis Layanan:
, , , ,

Sarwitri

“Bekerja Dengan Hati”
Keahlian Keorganisasian:
PMEL, Studi dan Riset, Tata Kelola Organisasi
Keahlian Tematik:
GESI, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengorganisasian Komunitas/ Masyarakat

Keterampilan Bahasa Inggris:

Listening:

Sedang

Reading:

Sedang

Speaking:

Sedang

Writing:

Sedang

Sarwitri adalah sosok yang memiliki latar belakang pendidikan yang variatif. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kursus D2 Perbankan, kemudian melanjutkan studi di FISIP Universitas Terbuka dengan jurusan Administrasi Negara, meskipun tidak tuntas. Selanjutnya, Sarwitri memutuskan untuk mengambil S1 Psikologi dan melanjutkan S2 Ilmu Komunikasi.

Sarwitri memiliki karakter yang menonjol, yaitu senang bekerja keras, belajar sesuatu yang baru, dan mempraktikkannya. Ia selalu meluangkan waktu dan berusaha untuk membuat hidup lebih berarti.

Sepanjang kariernya, Sarwitri telah melakukan berbagai penelitian, antara lain: 3 kali melakukan desk riset CSOSI (Konsil LSM Indonesia), asesmen fiscal space dan civic space 20 distrik (dibagi menjadi 2 termin) (IAC dan OPSI), penelitian kesiapan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Swakelola tipe III (IAC), serta penelitian yang dilanjutkan dengan penulisan buku tentang penerimaan keluarga terhadap LGBTIQ+ (GWL-INA). Selain itu, ia juga melakukan penelitian untuk penyusunan NA dana abadi OMS (INFID), verifikasi database OMS (Bappenas), dan kajian kondisi eksisting serta kapasitas kelembagaan OMS di Indonesia (Pokja Dana Abadi/INFID).

Sarwitri juga memiliki pengalaman dalam menyusun berbagai panduan, seperti Panduan Mobilisasi Sumber Daya Lokal (Lokadaya), Panduan Akuntabilitas dan Keberlanjutan OMS (IKA-INFID), dan Pedoman Penyelenggaraan Pemberdayaan Perempuan-Persiapan Permen (Kemen PPPA). Selain itu, ia juga sering memfasilitasi pelatihan dengan isu kelembagaan, gender, HAM, pemulihan, dan lain-lain. Secara pribadi, Sarwitri juga masih melakukan konseling, khususnya bagi kelompok rentan.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam, Sarwitri memiliki keahlian dalam bidang gender transformatif dan penguatan kapasitas kelembagaan. Ia merupakan sosok yang berdedikasi tinggi dalam mengembangkan diri dan berkontribusi pada masyarakat.

Afiliasi Organisasi: Konsil LSM Indonesia

Iklim kondusif bagi kehidupan masyarakat sipil di Indonesia belum terbangun dengan baik. Di negara demokratis, keseimbangan antara Pemerintah, Sektor Swasta, dan Masyarakat Sipil seharusnya tercermin, namun posisi masyarakat sipil masih lemah dibandingkan dengan pemerintah dan sektor swasta. Banyak kebijakan pemerintah yang mempengaruhi LSM dibuat tanpa konsultasi yang setara. Pasca reformasi 1998, kebebasan memungkinkan ribuan LSM baru berdiri, tetapi banyak yang tidak mencerminkan visi dan misi LSM sejati, bahkan terlibat praktik tercela, sehingga menurunkan kepercayaan dan legitimasi LSM. Respons terhadap tuntutan akuntabilitas dimulai sejak 1999 dengan berdirinya KPMM dan Pedoman Perilaku KPMM. LP3S, TIFA, dan USC Satu Nama mengembangkan instrumen akuntabilitas, sementara Kelompok Kerja untuk Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil hadir pada 2006 untuk memperkuat gerakan akuntabilitas.