Skip to content

Redemta Tete Bato

Jenis Layanan:
, , ,

Redemta Tete Bato

“Saya mengakui bahwa semua orang setara, unik, dan berharga. Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang tertinggal di belakang.”
Keahlian Keorganisasian:
Kampanye dan Advokasi, Kemitraan dan Pelibatan Para Pihak, Kepemimpinan, Mobilisasi Sumber Daya, Pengelolaan Pengetahuan, Pengelolaan SDM, Perencanaan Strategis, PMEL, Siklus Pengelolaan Proyek, Tata Kelola Organisasi
Keahlian Tematik:
Air Bersih dan Sampah, Ekonomi Kemasyarakatan, Energi dan Transportasi, GESI, Kemitraan Publik-Swasta-Komunitas, Lingkungan dan Perubahan Iklim, Pemberdayaan Desa, Pemberdayaan Masyarakat Adat, Pemberdayaan Pemuda, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Penanganan Konflik, Pendidikan dan Vokasi, Pengorganisasian Komunitas/ Masyarakat, Perburuhan dan Ketenagakerjaan, Pertanian dan Pangan

Keterampilan Bahasa Inggris:

Listening:

sedang

Reading:

Sedang

Speaking:

Sedang

Writing:

Sedang

Redmata Tete Bato adalah pribadi yang sangat optimis dan memiliki mimpi besar untuk perubahan. Redmata percaya bahwa kekuatan terbesar dari kesuksesan sebuah tim adalah pemimpin yang mampu membantu semua staf menemukan dan mendayagunakan keunikan serta kekuatan dirinya untuk bertumbuh bersama.

Redmata belajar sosiologi karena meyakini bahwa persoalan sosial tidak terjadi dalam ruang hampa dan tunggal. Setiap persoalan bersinggungan erat dengan kompleksitas sosial, budaya, ekonomi, politik, agama, dan keyakinan-keyakinan lokal. Oleh karena itu, perlu dipahami “beyond the fact”.

Redmata mulai terlibat dalam organisasi sosial sejak tahun 2000 sebagai koordinator program di proyek kemitraan antara Christian Children Fund (kini bernama Child Fund Indonesia). Redmata menduduki posisi koordinator program pada 2000-2022 dan kemudian menjadi pimpinan proyek pada 2022-2010.

Pada tahun 2010, Redmata memutuskan untuk keluar dan melanjutkan pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Selanjutnya, pada 2013-2015, Redmata menjadi Ketua Yayasan Harapan Sumba. Pada 2015, Redmata merangkap sebagai Ketua Yayasan Sumba Hospitality (50%), sebuah posisi yang diembannya hingga 2024.

Redmata menjadi ketua tim Pelatih tentang pengembangan Pelatihan Desa Wisata berbasis masyarakat bagi 52 desa di Sumba Barat Daya tahun 2020-2023. Hasil dari peran ini adalah:

  • SK Bupati Sumba Barat Daya untuk penetapan 52 desa sebagai desa wisata.
  • Dokumen modul pelatihan desa wisata.
  • Tim Advokasi penyusunan Keputusan Bupati Sumba Barat Daya tentang partisipasi Pembangunan Pariwisata di Sumba Barat Daya.
  • Dokumen SK Bupati Tentang Pengembangan Pariwisata Partisipatif di Sumba Barat Daya.

Redmata juga berperan sebagai Ketua tim Inovasi Daerah Percepatan Penanganan COVID, Inovasi Daerah Penanganan Kenormalan Baru dan Pemulihan ekonomi. Dokumentasi dari perannya ini meliputi:

  • Tiga video inovasi baru di kategori bidang hotel, restaurant, dan tempat wisata yang diikutsertakan dalam Lomba Video Inovasi Baru yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam lomba Inovasi Daerah untuk Percepatan penanganan Pemulihan Ekonomi Pasca Covid pada tahun 2020.
  • Dari 3 Video Inovasi Baru tersebut, Sumba Barat Daya berhasil meraih juara satu tingkat Nasional Bidang Hotel dan Restaurant dan mendapatkan hadiah berupa dana Insentif sebesar 6 miliar.

Redmata juga menjadi Ketua tim pendampingan penyusunan RPJMdes di 52 desa, kerjasama Konsorsium LSM Sumba Barat Daya dengan dukungan pendanaan oleh Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya (Yayasan Haran Sumba sebagai lead Organisasi saat itu, Redmata menjabat sebagai ketua Yayasan) pada tahun 2014. Hasilnya: 52 Dokumen RPJMDes di 52 desa.

Sejak tahun 2004-2027, Redmata juga berperan sebagai Fasilitator Masyarakat Sipil NTT dalam project Access fase 2 dan 3, memandu proses pengukuran Indeks Masyarakat Sipil dengan dukungan YAPIKA, menghasilkan dokumen indeks Masyarakat Sipil Sumba. Redmata mendapatkan pelatihan dari Indonesia Justice & Peach dan menjadi Fasilitator Sumba untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan-pelatihan, termasuk Pelatihan Penyusunan Legal drafting bagi angota DPRD Sumba Barat dan Sumba Timur.

Selain itu, Redmata menjadi fasilitator pendamping dalam kajian model Partisipasi publik dalam pengawasan penyelenggaraan pendidikan bersama ICW (Indonesia Corruption Watch) dengan metode Citizen report card di Kabupaten Sumba Barat, serta fasilitator pelatihan PAR (Particiatory Action Research) untuk proyek mitra Child fund di NTT. Redmata memiliki ketertarikan khusus pada Pemberdayaan Orang Muda, khususnya untuk pengembangan SDM anak-anak remaja miskin dan rentan.

 

Afiliasi Organisasi: Konsultan di Sumba Foundation.