Skip to content

Laili Zailani

Laili Zailani

“”Belum menuju pulang, karena tak ada rumah yang lain. Rumah kita adalah rumah gerakan perempuan””
Keahlian Keorganisasian:
Kampanye dan Advokasi, Kemitraan dan Pelibatan Para Pihak, Kepemimpinan, Komunikasi dan Media Sosial, Pengelolaan SDM, Tata Kelola Organisasi
Keahlian Tematik:
GESI, Lingkungan dan Perubahan Iklim, Pemberdayaan Desa, Pemberdayaan Pemuda, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengorganisasian Komunitas/ Masyarakat

Keterampilan Bahasa Inggris:

Listening:

Sedang

Reading:

Sedang

Speaking:

Sedang

Writing:

Sedang

Karena keterbatasan ekonomi di masa lalu, dia hanya mampu menyelesaikan pendidikan formal di sekolah lanjutan atas. Pernah kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (2012, tanpa gelar) karena tak mampu membayar uang kuliah. Namun, mimpinya menjadi ‘sarjana hukum’ dan memberikan pembelaan hukum bagi orang miskin, terus mengejarnya. Berkah pandemi COVID-19 memungkinkan dirinya kuliah (karena bisa dilakukan secara online). Saat ini, dia sedang bersemangat menyelesaikan skripsi S1 Hukum di sebuah universitas swasta di Medan.

Mendirikan dan menjadi Direktur pertama Yayasan HAPSARI (1997), menjadi Ketua Dewan Eksekutif (2001 – 2004) ketika HAPSARI menjadi Federasi. Menjadi Ketua Dewan Pengurus (2011 – 2016), dipilih lagi untuk periode 2016 – 2023.

Sekarang, menjadi pengurus Jaringan Perempuan untuk Kesejahteraan (JaPUK) bersama akademisi dan mantan birokrat di Sumatera Utara (2023 – 2025). Dewan Pengawas Rumah Literasi Ranggi di Medan (2023 – 2025). Ketua Presidium Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI) Bandung (2011 – 2015). Ketua Dewan Pengurus Perhimpunan Penggerak Advokasi Kerakyatan (PERGERAKAN), Bandung (2005 – 2010). Dewan Pengurus Nasional Solidaritas Perempuan (2001-2005). Presidium pertama Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) serta menjadi Presidium (1999-2000). Anggota Dewan Pengarah Wahana Informasi Masyarakat, Forum LSM Sumut (1998 – 2001).

Selama di HAPSARI, (2001-2024, 2011-2016), output: 5 komunitas/serikat perempuan akar rumput di Sumatera Utara, Kulon Progo, dan Pekalongan. Selama di PERGERAKAN Bandung (2005-2010), output: dari serikat-serikat menjadi federasi, lalu menjadi Konfederasi lintas sektor (2011-2015).

Periode 2016 – 2023 menjadi Ketua Dewan Pengurus HAPSARI, output: (1) kolaborasi program Kelas Perempuan Mandiri Berbudaya (KELAPAMUDA) menjadi inovasi Kegiatan Strategis Daerah (2024), (2) terbentuknya Klinik PPRG (Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender) yang melayani OPD Sumatera Utara dalam Pengarusutamaan Gender dan pengintegrasian Gender Equality and Social Inclusion.

Dia tipikal orang yang setia dengan pekerjaan dan setia dengan tempat kerja. Selain di HAPSARI, kemanapun dia pergi, organisasi yang dibangun dan diperkuat seputar organisasi rakyat (petani, nelayan, buruh perkebunan) dan tentu saja perempuan dan anak. Kolaborasi dengan pihak manapun, untuk misi mendekatkan akses untuk pemenuhan hak-hak perempuan dan kelompok masyarakat marginal.

Afiliasi Organisasi: HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesi)

HAPSARI (Himpunan Serikat Perempuan Indonesia) adalah organisasi perempuan yang tidak hanya terjun langsung di akar rumput, melainkan perempuan akar rumput itu sendiri. Memulai aktifitas dengan kegiatan Sanggar Belajar Anak (1990) di sebuah Desa bernama Sukasari, di kecamatan Pegajahan kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara (kurang lebih 60 km dari Medan, ibu kota provinsi Sumatera Utara).
Tahun 1997 menjadi Yayasan, tahun 2021 menjadi perkumpulan (federasi) dengan keanggotaan komunitas-komunitas Perempuan di akar rumput dan tahun 2016 terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM RI.
HAPSARI adalah perempuan akar rumput yang mengorganisir dan mengedukasi dirinya, menguatkan kapasitas kepemimpinannya agar memperoleh kekuasaan atas hidupnya sendiri dan dapat membuat keputusan sendiri. Inti dari kerja pemberdayaan perempuan dilakukan HAPSARI melalui pengorganisasian dan penguatan kapasitas untuk lebih memampukan perempuan dan kelompok marginal lainnya masuk dalam ruang-ruang partisipasi politik formal pengambilan keputusan.
Isu utama HAPSARI saat ini adalah perempuan, akses sumberdaya dan ketahanan iklim.

Publikasi

Tujuan melampirkan publikasi adalah untuk pertukaran ide, gagasan, pengalaman dan pengetahuan dengan anggota jaringan lainnya.