Skip to content

Ismail Marzuki

Jenis Layanan:
, , , ,

Ismail Marzuki

““Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain””
Keahlian Keorganisasian:
Kemitraan dan Pelibatan Para Pihak, Kepemimpinan, Mobilisasi Sumber Daya, Pengelolaan Pengetahuan, Perencanaan Strategis, Siklus Pengelolaan Proyek, Tata Kelola Organisasi
Keahlian Tematik:
Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Penanggulangan Bencana, Pengorganisasian Komunitas/ Masyarakat

Keterampilan Bahasa Inggris:

Listening:

Tinggi

Reading:

Tinggi

Speaking:

Tinggi

Writing:

Tinggi

Ismail Marzuki adalah seorang profesional muda yang memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Bahasa Inggris dari Universitas Negeri Medan. Saat ini, ia tengah menempuh studi pascasarjana di bidang Manajemen Bencana di UPN Veteran Yogyakarta.

Ismail dikenal sebagai pribadi yang mudah beradaptasi, baik bekerja secara mandiri maupun dalam tim. Ia bersedia berbagi pengetahuan dan memiliki semangat belajar yang tinggi, khususnya terkait isu-isu sosial dan kebencanaan. Selama 15 tahun berkarier, Ismail telah memperoleh pengalaman yang luas dalam bidang lingkungan, pemberdayaan masyarakat, anak, serta manajemen bencana.

Perjalanan kariernya dimulai sebagai Community Organizer di Urban Poor Linkage (Uplink) Indonesia pada 2006-2007, dilanjutkan sebagai Koordinator di Uplink Indonesia (2007-2009). Kemudian, ia berkarya sebagai Staf Media di Yayasan PKPA (2012-2013), Koordinator Unit PKPA Emergency Aid (2014-2017), Manajer Unit di PKPA (2017-2018), Senior Emergency Response Officer di OXFAM Indonesia (2019), dan kembali menjadi Koordinator Unit PKPA Emergency Aid hingga saat ini.

Selain itu, Ismail juga aktif terlibat dalam organisasi lain, seperti menjabat sebagai Koordinator di Internet Baik Sumatera Utara (2016-sekarang) dan Koordinator di Konsorsium Sumatera Assessment and Response Network (SMART) untuk periode 2023-sekarang.

Ismail membuktikan kemampuannya dalam penggalangan sumber daya pendanaan, dengan pengalaman menulis setidaknya 15 proposal yang berhasil didanai. Ia juga telah mengelola 25 kali implementasi proyek pada isu pemberdayaan, anak, dan kebencanaan. Selain itu, Ismail juga aktif memfasilitasi berbagai kegiatan, mulai dari workshop advokasi, pelatihan penggalangan dana dan penulisan proposal, hingga pelatihan penilaian cepat dan pengumpulan data digital.

Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, Ismail terbukti sebagai profesional handal yang berfokus pada tiga isu utama: kebencanaan, anak, dan pemberdayaan masyarakat. Ia terus berkontribusi untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Afiliasi Organisasi: PKPA

Dia saat ini terlibat dan bekerja di Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) yang merupakan organisasi non pemerintah yang berdiri pada 21 Oktober 1996.

Dalam perjalanan 27 tahun sebagai organisasi masyarakat sipil, PKPA telah bekerja bersama berbagai pihak mulai dari level internasional, nasional dan lokal untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendorong pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia.