Skip to content

Gandar Mahojwala

Jenis Layanan:
, , , ,

Gandar Mahojwala

“Urip Iku Urup”
Keahlian Keorganisasian:
Kampanye dan Advokasi, Kemitraan dan Pelibatan Para Pihak, Pengelolaan Pengetahuan, PMEL, Studi dan Riset
Keahlian Tematik:
Air Bersih dan Sampah, Energi dan Transportasi, HAM dan Bantuan Hukum Kebijakan Publik, Lingkungan dan Perubahan Iklim, Pemberdayaan Desa, Penanggulangan Bencana, Pengorganisasian Komunitas/ Masyarakat

Keterampilan Bahasa Inggris:

Listening:

Tinggi

Reading:

Sedang

Speaking:

Sedang

Writing:

Tinggi

Saat ini, Gandar menjabat sebagai Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Yogyakarta, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, Gandar juga berperan sebagai Peneliti di Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta dan menjadi Anggota Divisi Advokasi dan Diseminasi Publik dalam Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana.

Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Islam Indonesia dan gelar Magister Manajemen Bencana dari UPN Veteran Yogyakarta, Gandar telah membuktikan kemampuannya sebagai profesional yang multitalenta. Ia telah menjadi konsultan bagi berbagai organisasi terkemuka, seperti BNPB, Plan Indonesia, Wahana Visi Indonesia, Mercy Corps Indonesia, Program Siap Siaga, Caritas Germany, dan Bank Information Center, serta pemerintah di tingkat lokal.

Dalam peran konsultannya, Gandar berfokus pada isu-isu perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan, penyusunan modul dan pedoman, hingga pembentukan regulasi dan kebijakan. Gandar dikenal sebagai sosok yang berani mengambil langkah terobosan dan siap melakukan pro bono demi mewujudkan perubahan positif.

Dengan semangat dan komitmennya yang kuat, Gandar telah memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana serta mendorong transformasi lingkungan yang lebih berkelanjutan. Ia terus berjuang untuk mewujudkan masa depan yang lebih aman, adil, dan berdaya tahan.

Afiliasi Organisasi: WALHI

WALHI Yogyakarta merupakan organisasi forum lingkungan hidup terbesar di Yogyakarta, dengan 24 organsasi masyarakat sipil sebagai anggota. WALHI Yogyakarta melakukan kerja advokasi lingkungan hidup berbasis kawasan. Saat ini WALHI Yogyakarta menetapkan lima kawasan esensial dalam advokasi lingkungan hidup:
1. Bioregion Pegunungan Menoreh yang membentang dari Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo.
2. Bioregion Gunung Merapi yang membentang dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, 3. termasuk daerah aliran sungai.
4. Bioregion Pesisir.
5. Bioregion Perkotaan.
Bioregion Karst Gunungsewu yang membentang dari Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan.

Publikasi

Tujuan melampirkan publikasi adalah untuk pertukaran ide, gagasan, pengalaman dan pengetahuan dengan anggota jaringan lainnya.

 

Pedoman dan Modul

  1. Pedoman Rencana Operasi Darurat Bencana, BNPB, didukung oleh Mercy Corps Indonesia
  2. Pedoman Rencana Kontingensi 5.0, BNPB.
  3. 15 Modul Desa Tangguh Bencana, BNPB.
  4. Pedoman Gugus Tugas COVID-19 dan Rencana Kontingensi Adaptasi COVID-19, BNPB, didukung oleh WVI.

Riset (Pilihan):

  1. Agency-driven and community-driven impact in livelihood recovery: Beneficiaries stories
  2. Peran Pendekatan Berbasis Hak Asasi Manusia dalam Mendorong Pemenuhan Hak dalam Pengurangan Risiko Bencana
  3. Tirilolo village community vulnerability and perceptions of the cement industry planning in Baucau District, Timor Leste
  4. Psychological autopsy: Future implementation in Indonesia?