Skip to content

Fransiskus Asisi Sukoeksi Widanto

Jenis Layanan:
, , , , ,

Fransiskus Asisi Sukoeksi Widanto

““Solidaritas secara subsidiaritas.””
Keahlian Keorganisasian:
Administrasi dan Kesekretarian, Financial Management, Kampanye dan Advokasi, Kepemimpinan, Keuangan Perusahaan, Komunikasi dan Media Sosial, Mobilisasi Sumber Daya, Pengelolaan Pengetahuan, Perencanaan Bisnis, Perencanaan Strategis, PMEL, Siklus Pengelolaan Proyek, Studi dan Riset, Tata Kelola Organisasi
Keahlian Tematik:
Ekonomi Kemasyarakatan, Keselamatan dan Keamanan, Penanganan Konflik, Penanggulangan Bencana, Pengorganisasian Komunitas/ Masyarakat, Seni dan Budaya

Keterampilan Bahasa Inggris:

Listening:

Sedang

Reading:

Sedang

Speaking:

Sedang

Writing:

Sedang

Latar belakang pendidikan antropologi menjadi modal baginya untuk mempelajari keahlian-keahlian baru yang harus dikuasainya di dunia bantuan kemanusiaan. Semenjak kuliah, ia telah bekerja di berbagai lembaga dengan berbagai posisi, baik di lembaga lokal maupun internasional, nonprofit maupun profit, sebagai implementator maupun donor.

Ia pernah menjadi relawan, staf lapangan, field coordinator, information officer, project officer, manajer, maupun direktur. Ia juga pernah beberapa kali ikut mendirikan beberapa organisasi non-profit. Sejak beberapa tahun terakhir, ia terjun di dunia usaha yang bergerak di bidang media sosial, seni, wisata, dan konstruksi.

Ia pernah bekerja memberikan layanan jasa di beberapa lembaga, antara lain:

  • UNOCHA – project reviewer – 2006
  • UNDP – workshop facilitator – 2013
  • BNPB – facilitator, source person – 2013 – 2018 (berbagai proyek)
  • BPBD – facilitator, source person – 2013 – 2018 (berbagai proyek)
  • Oxfam Bima – facilitator – 2015
  • Childfund – CBDRM expert – 2015
  • JRS Indonesia – source person, project developer, assessor – 2013 – 2021 (berbagai proyek/aktivitas)

Adapun juga memiliki minat dan keberpihakan pada bidang-bidang sebagai berikut:

Displacement [Pengungsi, Orang yang Terlantar], Assylum Seeker, Peacebuilding [Transformasi Konflik], Humanitarian Protection, International Humanitarian Law, Non Formal Education, Public Awareness and Outreach Activity, Disaster Management, Disaster Risk Reduction, Community-Based Disaster Risk Reduction [Pengembangan Desa Tangguh – Resilient Village Development], Contingency Plan, Sustainable Livelihood, Rehabilitation and Reconstruction, Post Disaster Need Assessment, Local Government Self-Assessment Tools for DRR Capacity [LGSAT], Environment, Children Protection, Disability, Gender, Gerakan Petani dan Buruh, Gerakan Mahasiswa, Participatory Video