Sugiarto Arif Santoso

Sugiarto Arif Santoso adalah seorang profesional berpengalaman dengan latar belakang di bidang ekonomi. Mendapat gelar M.Si setelah menamatkan pascasarjana bidang studi Ilmu Ekonomi di Universitas Syiah Kuala Aceh. Pendidikan lainnya dia peroleh pada Bidang Ekonomi Studi Pembangunan di Universitas Terbuka dan Bidang Literatur Daerah di Universitas Indonesia. Sebagai pembelajar, perjalanan karir profesionalnya telah memperkaya pengetahuan pada bidang lainnya seperti pengembangan organisasi nirlaba, pengelolaan pengetahuan, pengelolaan program, monitoring dan evaluasi. Dari pengalamannya dalam hal advokasi kebijakan di tingkat nasional, dia juga banyak mempelajari kebijakan publik terkait ruang sipil, kebijakan organisasi masyarakat sipil, serta skema penganggaran negara.

Sepanjang karirnya, Sugiarto telah bergabung dalam berbagai proyek-proyek pembangunan dan organisasi nirlaba. Karyanya meliputi berbagai sektor pengetahuan di antaranya pengembangan kapasitas organisasi, indeks masyarakat sipil, indeks keberlanjutan masyarakat sipil, perencanaan organisasi, perencanaan desa, hingga persoalan-persoalan lingkungan hidup seperti perhutanan sosial, konservasi, dan pendanaan bagi konservasi.

Dalam hal riset, Sugiarto juga telah menuntaskan risetnya terkait studi tentang mobilisasi sumber daya, peluang dana konservasi berkelanjutan, dan alokasi anggaran. Publikasinya mencerminkan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan mendorong perubahan positif dalam bidangnya.

Secara keseluruhan, Sugiarto Arif Santoso adalah individu dinamis yang dikenal karena keahlian, dedikasi, dan semangatnya untuk berkontribusi pada pengembangan dan peningkatan organisasi masyarakat sipil serta pengabdiannya pada isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Bambang Eko B.Y

Bambang Eko B.Y. adalah seorang profesional yang berpengalaman dan memiliki latar belakang yang beragam, lahir pada tanggal 21 Oktober 1967 di Jakarta. Dengan gelar Sarjana Hukum yang diperoleh pada tahun 1998, Bambang Eko telah mengejar pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan keterampilan melalui berbagai pelatihan, termasuk kursus Manajer Keamanan dengan PT. PROTECOM pada tahun 2002 dan Civic Education for Future Indonesia Leader (CEFIL) pada tahun 1997.

Sejak tahun 2019, Bambang Eko telah menjabat sebagai Deputi Direktur Tanggap Bencana di Yayasan Penabulu, menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dan respons terhadap bencana. Perannya yang mencolok sebagai Team Leader dalam berbagai proyek, termasuk penyelesaian konflik di area pertambangan, pemetaan partisipatif di daerah terpencil, dan upaya bantuan bencana di daerah yang terkena gempa dan tsunami menegaskan kontribusinya dalam memfasilitasi proses kolaboratif yang memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya.

Selain itu, Bambang Eko juga terlibat dalam upaya konservasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, bekerja sama dengan organisasi seperti WWF dan Yayasan PEKA Indonesia. Sebagai Manajer Program, ia telah memimpin inisiatif untuk memperkuat kerangka institusional dan mempromosikan praktik-praktik yang bertanggung jawab di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan.

Di luar pekerjaannya, Bambang Eko dikenal karena integritasnya, ketahanannya, dan dedikasinya yang teguh terhadap penyebab kemanusiaan. Kemampuannya untuk menavigasi lanskap sosial-politik yang kompleks dan memfasilitasi kemitraan inklusif menegaskan keefektifannya sebagai pemimpin dan agen perubahan.

Secara keseluruhan, Bambang Eko B.Y. adalah individu yang berbakat dan didorong oleh tujuan yang mendalam untuk melayani masyarakat, melindungi lingkungan, dan mempromosikan keadilan sosial. Pengalamannya yang luas, ditambah dengan semangatnya dalam advokasi dan pembangunan kapasitas, menjadikannya sebagai aset berharga dalam menciptakan dampak positif dan meningkatkan ketahanan dalam menghadapi tantangan.

Haris A. Ch. Oematan

Haris adalah seorang individu yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pengembangan komunitas dan advokasi untuk isu-isu sosial yang relevan. Sejak masa kuliahnya di Universitas Nusa Cendana Kupang, Haris telah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, menunjukkan sifat rendah hati, integritas, dan keterbukaan terhadap perbedaan.

Sebagai seorang yang proaktif dan mudah beradaptasi, Haris telah berhasil memimpin berbagai proyek dan organisasi selama bertahun-tahun. Dalam perannya sebagai Direktur CIS Timor, Haris telah menunjukkan kemampuannya dalam mengelola tim dan mengkoordinasikan berbagai inisiatif, termasuk menjadi koordinator dalam berbagai aliansi dan jaringan kerja.

Pengalaman Haris dalam berbagai forum dan komunitas, termasuk sebagai penasihat dalam pengurangan risiko bencana, menunjukkan keahliannya dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Haris juga telah terlibat dalam pengembangan program-program untuk berbagai organisasi, menunjukkan komitmenya terhadap pemberdayaan dan inklusi sosial.

Meskipun memiliki keterbatasan dalam percaya diri untuk mengembangkan layanan jasa, Haris tetap menunjukkan kemampuannya dalam membangun relasi dan berkontribusi dalam berbagai kampanye dan advokasi. Dengan dedikasi dan komitmennya terhadap isu-isu sosial, Haris terus menjadi sosok yang inspiratif dan berpengaruh dalam memajukan masyarakat lokalnya.

Febrilia Ekawati

Febri adalah seorang individu yang bersemangat dan berdedikasi dalam memperjuangkan isu lingkungan dan sosial, meskipun latar belakang pendidikannya adalah dari Fakultas Pertanian. Dari tahap awal pendidikannya di TK hingga meraih gelar sarjana, dia telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan di Lampung.

Kecintaannya pada pembelajaran lintas disiplin ilmu seperti hukum dan sosial membuatnya memiliki wawasan yang luas dan mendalam dalam memahami berbagai isu yang kompleks. Namun, tidak hanya berhenti pada aspek akademis, Febri juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil sejak tahun 2006, dimulai dari JWJL Lampung, Serikat Tani Indonesia, hingga Perkumpulan Telapak.

Puncak kiprahnya dalam organisasi terjadi ketika dia bergabung dengan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) pada tahun 2010. Menjabat sebagai direktur eksekutif YKWS sejak 2017, dia telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat terutama dalam hal pendidikan lingkungan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Di samping itu, Febri juga terlibat dalam advokasi kebijakan di sektor anggaran, dengan fokus pada audit sosial bersama masyarakat. Namun, tantangan utamanya adalah minimnya dukungan dari masyarakat terhadap gerakan advokasi tersebut, terutama dalam hal transparansi anggaran di Provinsi Lampung.

Ketertarikan khusus Febri pada advokasi kebijakan dan upayanya dalam memperjuangkan isu-isu lingkungan dan sosial menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap perubahan positif bagi masyarakat Lampung. Dengan kepemimpinan dan dedikasinya yang terus-menerus, dia terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan inisiatif yang dijalankan oleh YKWS dan Blue Seed Indonesia, organisasi yang dia dirikan pada tahun 2022 dan di mana dia kini menjabat sebagai ketua dewan pengawas.

Farhan

Farhan, lulusan Akuntansi dari Universitas Nasional, Jakarta (lahir 10 Juni 1978), telah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam manajemen keuangan NGO. Dia memiliki kepemimpinan kuat, kerja tim yang baik, dan mampu bekerja di bawah tekanan. Komunikasinya yang efektif dan kemampuan berinteraksi dengan beragam latar belakang budaya menjadi keunggulannya. Dengan karakter yang andal dan kemampuan adaptasi yang baik, Farhan menjadi aset berharga dalam lingkungan kerja yang dinamis.Farhan telah meniti karir yang beragam di berbagai organisasi. Sebagai Finance Manager di Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), ia mengelola anggaran dan memastikan kepatuhan laporan keuangan. Di DERAP, sebagai Finance Management Specialist, ia memberikan bantuan dalam manajemen keuangan. Di Yayasan Penabulu, sebagai Finance Director, ia mengelola anggaran proyek dan memastikan kepatuhan terhadap laporan keuangan. Di IBU Foundation, sebagai Side Manager PALU, ia bertanggung jawab atas pengawasan proyek operasional. Sebagai Individual Consultant, ia memberikan layanan konsultasi. Pengalaman Farhan mencakup manajemen keuangan, pengawasan proyek, dan konsultasi, menunjukkan adaptabilitas dan keahlian yang luas dalam berbagai konteks organisasional.

Farhan telah memberikan layanan jasa kepada berbagai organisasi dengan hasil yang signifikan. Sebagai Finance Manager di Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO), ia mengelola anggaran dan memastikan kepatuhan laporan keuangan dari tahun ke tahun. Di DERAP, ia bertugas sebagai Finance Management Specialist, memberikan bantuan dalam manajemen keuangan untuk memperbaiki sistem dan kepatuhan akuntansi. Di Yayasan Penabulu, sebagai Finance Director, ia berhasil mengelola anggaran proyek dengan akurat dan efisien. Sebagai Individual Consultant, ia memberikan layanan konsultasi yang berharga di berbagai proyek, memperkuat praktik keuangan dan manajemen organisasi. Pengalaman Farhan mencakup periode yang panjang dan hasil layanannya yang konsisten, menunjukkan keahlian yang solid dalam memberikan layanan jasa. Farhan memiliki minat khusus dalam meningkatkan keuangan organisasi non-profit agar berkelanjutan. Dia tertarik pada inovasi dalam sistem keuangan dan strategi pengelolaan dana yang berkelanjutan. Meskipun memiliki keahlian yang kuat, dia tahu pentingnya terus belajar dan berkembang di lingkungan yang berubah. Farhan sadar akan keterbatasannya dalam menghadapi tantangan kompleks, namun ia siap belajar dan beradaptasi demi mencapai tujuan organisasi dengan baik. Ia percaya bahwa upaya bersama dan kesinambungan adalah kunci untuk memberikan dampak yang positif dalam dunia non-profit.

Muchamad Awal

Awal, seorang yang awalnya pendiam dan menghabiskan masa kecilnya di Bogor, Jawa Barat, mulai menunjukkan perubahan ketika memasuki masa SMA. Di saat itu, dia mulai aktif dalam berbagai organisasi baik di dalam maupun di luar sekolah. Pada tahun 1997, Awal memulai perjalanan kuliahnya di Kampus Universitas Indonesia, mengambil jurusan Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya. Tak hanya itu, dia juga menjalani kuliah S1 Manajemen di STIE Adhi Niaga Bekasi.

Selama masa kuliahnya, Awal sangat aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan ikut berperan dalam Gerakan 98, sebuah gerakan mahasiswa yang bersejarah di Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Awal mulai terlibat dalam dunia kerja dengan bergabung di posko Mapala UI dan Yayasan Bumoe Leuseur di Aceh. Di sana, Awal dan timnya memberikan layanan penting seperti penyediaan data kondisi para penyintas dan pembuatan database menggunakan metode pemetaan GIS.

Awal berhasil menjalin kemitraan dengan organisasi besar seperti UNOCHA, UNICEF, UNHCR, dan UPC (Urban Poor Consorsium) antara tahun 2005-2008. Pelayanan yang mereka berikan meliputi asesor, survei, konsultasi, dan pendampingan dalam berbagai bidang seperti kehidupan berkelanjutan, pertanian, lingkungan, permakultur, dan mitigasi bencana. Selama dekade terakhir, mereka telah bekerja dengan lebih dari 80 mitra, termasuk komunitas dan perusahaan swasta.

Awal sangat memperhatikan masyarakat di daerah terpencil, terutama keluarga-keluarga yang tinggal di daerah dengan akses minim. Dia menyadari bahwa budaya pemerintah yang cenderung menyamaratakan kebijakan secara nasional seringkali menimbulkan kesenjangan di daerah-daerah terpencil tersebut. Awal berpendapat bahwa kebijakan pemerintah seharusnya lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Dia percaya bahwa mengakomodasi kebijakan lokal ke dalam kebijakan nasional akan menguatkan kearifan lokal dan memperkuat persatuan bangsa. Di setiap langkahnya, Awal berusaha untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan realitas lokal, dengan harapan dapat memperbaiki kondisi masyarakat di Indonesia secara keseluruhan.

Putu Hendra Wijaya

Hendra adalah seorang profesional yang berbakat dan berpengalaman dalam pengelolaan proyek, khususnya dalam konteks kajian isu kemanusiaan. Meskipun pendidikannya terhenti di fase penyusunan skripsi program S1 Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, namun ia telah mengembangkan keahliannya selama bertahun-tahun dalam berbagai organisasi dan proyek.

Selama lima tahun terakhir, Hendra telah menjadi bagian integral dari Yayasan “Pujiono Centre” Indonesia. Di sana, ia terlibat dalam memfasilitasi pembentukan Desa Tangguh Bencana dan Desa Bersaudara, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap penanggulangan bencana dan pembangunan masyarakat yang tangguh. Selain itu, perannya sebagai anggota Tim Fasilitator penilaian Indeks Ketahanan Daerah menunjukkan kontribusinya dalam upaya peningkatan ketahanan daerah, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai Pelaksana Harian Direktur Pujiono Centre, Hendra telah menunjukkan kepemimpinan yang efektif dalam mengarahkan proyek-proyek penting, termasuk “Locally-led Disaster Preparedness and Protection”. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab atas pengelolaan program dan menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap misi organisasi.

Selain itu, Hendra juga terlibat dalam penelitian dan publikasi yang signifikan, bekerja sama dengan berbagai mitra seperti Humanitarian Advisory Group, Oxfam in Indonesia, dan Palang Merah Australia. Kontribusinya terhadap Bencanapedia sebagai salah satu kontributor menunjukkan komitmennya terhadap berbagi pengetahuan dan memperluas akses terhadap informasi yang relevan dalam penanggulangan bencana.

Dalam perannya sebagai Communications & PR Manager, Hendra adalah wajah dari Pujiono Centre dalam berbagai forum dan jaringan kemanusiaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemampuannya dalam berkomunikasi dengan aktor-aktor kemanusiaan nasional dan internasional menjadi aset berharga bagi organisasi tersebut.

Secara keseluruhan, Hendra adalah seorang profesional yang memiliki kombinasi unik dari keahlian dalam pengelolaan proyek, kepemimpinan, komunikasi, dan keterlibatan dalam isu kemanusiaan. Dedikasinya terhadap penanggulangan bencana dan pembangunan masyarakat yang tangguh menjadikannya aktor penting dalam upaya-upaya tersebut.

Rony K. Pratama

Rony K. Pratama telah menyelesaikan gelar S1 dalam bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Kemudian, ia melanjutkan studi S2 di bidang Kajian Budaya dan Media di Universitas Gadjah Mada. Selama masa studinya, Rony juga mengikuti short course di Naresuan University, Thailand pada tahun 2013, dan di De La Salle University-Dasmariñas pada tahun 2014.

Dalam karirnya selama sepuluh tahun, Rony telah aktif di berbagai bidang, termasuk jurnalistik, kehumasan, dan penelitian media serta pedagogi kritis. Penelitian yang dilakukan oleh Rony meliputi bidang pedagogi kritis, kajian media, kajian budaya, dan digital humanities. Salah satu artikel ilmiah yang ditulisnya pernah dipresentasikan dalam acara 10th International Conference on Humanities, Psychology and Social Sciences di Berlin, Jerman.

Karya terbarunya termasuk buku berjudul “Manusia Tanpa Sekolah” yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2022, dan “Genealogi Hoaks Indonesia” yang diterbitkan oleh EA Books Mojok pada tahun 2021. Selain itu, tulisan-tulisan Rony juga telah diterbitkan di berbagai media, seperti Kompas, The Jakarta Post, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Solo Pos, Harian Analisa, Pewara Dinamika, serta media cetak dan daring lainnya.

Marsen Benediktus Sinaga

Marsen Benediktus Sinaga, lahir 1971, konsultan Indonesia terkemuka dalam Manajemen Berbasis Hasil, Manajemen Proyek, dan Penguatan Institusi. Lulusan Filsafat, Hukum, dan Studi Perdamaian. Dengan pengalaman 15 tahun, ahli dalam fasilitasi, pelatihan, dan riset. Berperan penting di Studio Tanya dan Insist Press. Lancar berbahasa Inggris. Mempengaruhi diskusi di Indonesia, Timor Leste, dan Kamboja melalui tulisan dan aktivisme untuk keadilan sosial. Marsen Benediktus Sinaga memiliki pengalaman kerja yang luas dan beragam dalam berbagai posisi organisasional. Sejak 2004, ia telah menjadi konsultan, trainer, dan peneliti dalam berbagai bidang seperti Manajemen Siklus Proyek, Evaluasi Eksternal, dan Penguatan Organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur di Studio Tanya sejak 2020, dan sebelumnya sebagai Manajer di Insist Press dari April 2019 hingga Desember 2021. Sebagai Wakil Perwakilan Negara Indonesia untuk Canadian Catholic Organization for Development and Peace (CCODP) dari Mei 2010 hingga Desember 2015, ia mendukung mitra lokal dalam perencanaan strategis dan evaluasi. Marsen juga terlibat dalam berbagai proyek bersama Semarak Cerlang Nusa – Consultancy, Research and Education for Social Transformation (SCN-SCEST) serta International Labour Organization (ILO). Posisi dan pengalaman organisasionalnya mencerminkan dedikasi panjang dalam pengembangan masyarakat dan pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial.

Marsen Benediktus Sinaga telah memberikan layanan jasa yang luas kepada berbagai organisasi selama bertahun-tahun. Sebagai Direktur di Studio Tanya sejak 2020, ia menyediakan pendidikan kritis yang reflektif. Sebagai Manajer di Insist Press dari 2019 hingga 2021, ia menghadirkan penerbitan independen untuk isu-isu populer. Sebagai Wakil Perwakilan Negara Indonesia untuk Canadian Catholic Organization for Development and Peace (CCODP) dari 2010 hingga 2015, ia mendukung mitra lokal dalam perencanaan strategis dan evaluasi. Sebelumnya, Marsen telah memberikan layanan jasa kepada organisasi seperti Semarak Cerlang Nusa – Consultancy, Research and Education for Social Transformation (SCN-SCEST) dan International Labour Organization (ILO). Dengan output berupa pelatihan, konsultasi, dan riset, pengalamannya mencerminkan kontribusi yang substansial dalam pengembangan masyarakat dan keberlanjutan organisasional.

Marsen Benediktus Sinaga memiliki ketertarikan khusus dalam penguatan masyarakat, keadilan sosial,dan pembangunan berkelanjutan. Selama kariernya, ia telah secara konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja, keberlanjutan lingkungan, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Marsen juga secara aktif terlibat dalam advokasi untuk pekerja migran dan masyarakat adat, serta mengkaji dampak kebijakan ekonomi global terhadap mereka. Meskipun memiliki keahlian yang luas, Marsen mungkin menghadapi keterbatasan dalam sumber daya atau aksesibilitas, terutama dalam konteks pekerjaan dengan komunitas yang rentan atau terpinggirkan. Namun, dedikasinya terhadap tujuan-tujuan tersebut tetap kuat, dan ia terus berupaya untuk memberikan kontribusi yang bermakna dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.

 

 

Mohammad Tamsil

Dengan latarbelakang pendidikan Tamsil yakni  hukum perdata & Kenotariatan menunjang dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai spesialis perencanaan dan pengembangan bisnis khususnya dalam aspek legal & hukum yang menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan suatu bisnis.

Memiliki pengalaman dan pembelajaran dalam dunia kewirausahaan berdasarkan praktik-praktik riil di lapangan sejak tahun 2010, dan banyak terlibat dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi kemasyarakatan bersama Penabulu sejak tahun 2015

Selain terlibat dalam proyek-proyek yang dikelola oleh Penabulu, Beliau juga sudah mendampingi beberapa lembaga dalam hal strategi pengembangan unit usaha lembaga seperti Koperasi Walhi Adil Lestari dalam perencanaan & pengembangan bisnis koperasi sejak 2022 hingga saat ini, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam membangun perencanaan bisnis bagi mitra-mitra YKAN di Kab. Berau pada tahun 2023, lebih dari 70 BUMDes se-Kudus mitra Djarum Foundation sejak tahun 2022 hingga saat ini dalam mentoring penyusunan perencanaan bisnis BUMDes, co-Founder & Business Development PT. Jentera Garda Futura (Plepah.id) sejak tahun 2019 hingga saat ini dan banyak lembaga-lembaga lokal di beberapa daerah untuk pendampingan penyusunan perencanaan usaha lembaga.

Upaya untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya dan mandiri harus diawali dengan memberikan akses ilmu pengetahuan kepada mereka dan kemudian dilakukan pendampingan intensif sampai dinilai mereka cukup siap untuk melanjutkan kemandirianya.