David Fau

David Fau adalah individu yang menginspirasi dengan dedikasi dan ketekunan yang luar biasa dalam mendorong advokasi hak asasi manusia, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai seorang profesional yang berakar di Indonesia, perjalanan karir David tidak hanya mencerminkan komitmen yang kokoh terhadap keadilan sosial, tetapi juga merupakan perwujudan dari keterampilan dan pengalaman yang luas di berbagai bidang.

Pendidikan formalnya di bidang Bahasa Inggris dari Fakultas Bahasa dan Seni di Universitas Kristen Indonesia membuktikan ketertarikannya pada komunikasi yang efektif. Namun, David juga mengejar pengetahuan melalui pendidikan informal dan kursus singkat yang meningkatkan keterampilan spesifiknya yang sangat relevan dalam lingkup profesionalnya.

Pengalaman kerja David telah mengambil peran kunci dalam organisasi-organisasi yang berfokus pada dokumentasi, investigasi, dan advokasi hak asasi manusia. Mulai dari KontraS Jakarta hingga berbagai peran kepemimpinan di Sulawesi dan Makassar, David secara konsisten menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap keadilan dan akuntabilitas.

Perannya di IKOHI dan Federasi Asia Melawan Penghilangan Paksa menandakan keterlibatannya dalam skala global, dimana ia aktif dalam menangani kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia dan advokasi kebijakan yang lebih baik.

Selain itu, David juga memiliki keahlian di bidang pengembangan digital, manajemen acara, dan pemberdayaan kapasitas. Perannya di Yayasan Penabulu adalah contoh konkret bagaimana ia menggabungkan teknologi dengan tujuan sosial untuk menciptakan dampak yang positif dalam masyarakat.

Penguasaan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, serta keterampilan teknis yang luas, membuatnya menjadi aset yang berharga dalam setiap proyek yang dihadapinya.

Sebagai kesimpulan, David Fau adalah contoh nyata dari seseorang yang tidak hanya memiliki visi yang kuat untuk perubahan sosial, tetapi juga memiliki keterampilan dan komitmen yang diperlukan untuk mewujudkannya. Dedikasinya terhadap hak asasi manusia dan kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama menjadikannya sebagai pemimpin yang inspiratif dan berpengaruh di Indonesia dan di seluruh dunia.

Sugiarto Arif Santoso

Sugiarto Arif Santoso adalah seorang profesional berpengalaman dengan latar belakang di bidang ekonomi. Mendapat gelar M.Si setelah menamatkan pascasarjana bidang studi Ilmu Ekonomi di Universitas Syiah Kuala Aceh. Pendidikan lainnya dia peroleh pada Bidang Ekonomi Studi Pembangunan di Universitas Terbuka dan Bidang Literatur Daerah di Universitas Indonesia. Sebagai pembelajar, perjalanan karir profesionalnya telah memperkaya pengetahuan pada bidang lainnya seperti pengembangan organisasi nirlaba, pengelolaan pengetahuan, pengelolaan program, monitoring dan evaluasi. Dari pengalamannya dalam hal advokasi kebijakan di tingkat nasional, dia juga banyak mempelajari kebijakan publik terkait ruang sipil, kebijakan organisasi masyarakat sipil, serta skema penganggaran negara.

Sepanjang karirnya, Sugiarto telah bergabung dalam berbagai proyek-proyek pembangunan dan organisasi nirlaba. Karyanya meliputi berbagai sektor pengetahuan di antaranya pengembangan kapasitas organisasi, indeks masyarakat sipil, indeks keberlanjutan masyarakat sipil, perencanaan organisasi, perencanaan desa, hingga persoalan-persoalan lingkungan hidup seperti perhutanan sosial, konservasi, dan pendanaan bagi konservasi.

Dalam hal riset, Sugiarto juga telah menuntaskan risetnya terkait studi tentang mobilisasi sumber daya, peluang dana konservasi berkelanjutan, dan alokasi anggaran. Publikasinya mencerminkan komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan mendorong perubahan positif dalam bidangnya.

Secara keseluruhan, Sugiarto Arif Santoso adalah individu dinamis yang dikenal karena keahlian, dedikasi, dan semangatnya untuk berkontribusi pada pengembangan dan peningkatan organisasi masyarakat sipil serta pengabdiannya pada isu kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Haris A. Ch. Oematan

Haris adalah seorang individu yang luar biasa, memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pengembangan komunitas dan advokasi untuk isu-isu sosial yang relevan. Sejak masa kuliahnya di Universitas Nusa Cendana Kupang, Haris telah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, menunjukkan sifat rendah hati, integritas, dan keterbukaan terhadap perbedaan.

Sebagai seorang yang proaktif dan mudah beradaptasi, Haris telah berhasil memimpin berbagai proyek dan organisasi selama bertahun-tahun. Dalam perannya sebagai Direktur CIS Timor, Haris telah menunjukkan kemampuannya dalam mengelola tim dan mengkoordinasikan berbagai inisiatif, termasuk menjadi koordinator dalam berbagai aliansi dan jaringan kerja.

Pengalaman Haris dalam berbagai forum dan komunitas, termasuk sebagai penasihat dalam pengurangan risiko bencana, menunjukkan keahliannya dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Haris juga telah terlibat dalam pengembangan program-program untuk berbagai organisasi, menunjukkan komitmenya terhadap pemberdayaan dan inklusi sosial.

Meskipun memiliki keterbatasan dalam percaya diri untuk mengembangkan layanan jasa, Haris tetap menunjukkan kemampuannya dalam membangun relasi dan berkontribusi dalam berbagai kampanye dan advokasi. Dengan dedikasi dan komitmennya terhadap isu-isu sosial, Haris terus menjadi sosok yang inspiratif dan berpengaruh dalam memajukan masyarakat lokalnya.

Febrilia Ekawati

Febri adalah seorang individu yang bersemangat dan berdedikasi dalam memperjuangkan isu lingkungan dan sosial, meskipun latar belakang pendidikannya adalah dari Fakultas Pertanian. Dari tahap awal pendidikannya di TK hingga meraih gelar sarjana, dia telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pendidikan di Lampung.

Kecintaannya pada pembelajaran lintas disiplin ilmu seperti hukum dan sosial membuatnya memiliki wawasan yang luas dan mendalam dalam memahami berbagai isu yang kompleks. Namun, tidak hanya berhenti pada aspek akademis, Febri juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil sejak tahun 2006, dimulai dari JWJL Lampung, Serikat Tani Indonesia, hingga Perkumpulan Telapak.

Puncak kiprahnya dalam organisasi terjadi ketika dia bergabung dengan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) pada tahun 2010. Menjabat sebagai direktur eksekutif YKWS sejak 2017, dia telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat terutama dalam hal pendidikan lingkungan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Di samping itu, Febri juga terlibat dalam advokasi kebijakan di sektor anggaran, dengan fokus pada audit sosial bersama masyarakat. Namun, tantangan utamanya adalah minimnya dukungan dari masyarakat terhadap gerakan advokasi tersebut, terutama dalam hal transparansi anggaran di Provinsi Lampung.

Ketertarikan khusus Febri pada advokasi kebijakan dan upayanya dalam memperjuangkan isu-isu lingkungan dan sosial menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap perubahan positif bagi masyarakat Lampung. Dengan kepemimpinan dan dedikasinya yang terus-menerus, dia terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan inisiatif yang dijalankan oleh YKWS dan Blue Seed Indonesia, organisasi yang dia dirikan pada tahun 2022 dan di mana dia kini menjabat sebagai ketua dewan pengawas.

Marsen Benediktus Sinaga

Marsen Benediktus Sinaga, lahir 1971, konsultan Indonesia terkemuka dalam Manajemen Berbasis Hasil, Manajemen Proyek, dan Penguatan Institusi. Lulusan Filsafat, Hukum, dan Studi Perdamaian. Dengan pengalaman 15 tahun, ahli dalam fasilitasi, pelatihan, dan riset. Berperan penting di Studio Tanya dan Insist Press. Lancar berbahasa Inggris. Mempengaruhi diskusi di Indonesia, Timor Leste, dan Kamboja melalui tulisan dan aktivisme untuk keadilan sosial. Marsen Benediktus Sinaga memiliki pengalaman kerja yang luas dan beragam dalam berbagai posisi organisasional. Sejak 2004, ia telah menjadi konsultan, trainer, dan peneliti dalam berbagai bidang seperti Manajemen Siklus Proyek, Evaluasi Eksternal, dan Penguatan Organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur di Studio Tanya sejak 2020, dan sebelumnya sebagai Manajer di Insist Press dari April 2019 hingga Desember 2021. Sebagai Wakil Perwakilan Negara Indonesia untuk Canadian Catholic Organization for Development and Peace (CCODP) dari Mei 2010 hingga Desember 2015, ia mendukung mitra lokal dalam perencanaan strategis dan evaluasi. Marsen juga terlibat dalam berbagai proyek bersama Semarak Cerlang Nusa – Consultancy, Research and Education for Social Transformation (SCN-SCEST) serta International Labour Organization (ILO). Posisi dan pengalaman organisasionalnya mencerminkan dedikasi panjang dalam pengembangan masyarakat dan pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial.

Marsen Benediktus Sinaga telah memberikan layanan jasa yang luas kepada berbagai organisasi selama bertahun-tahun. Sebagai Direktur di Studio Tanya sejak 2020, ia menyediakan pendidikan kritis yang reflektif. Sebagai Manajer di Insist Press dari 2019 hingga 2021, ia menghadirkan penerbitan independen untuk isu-isu populer. Sebagai Wakil Perwakilan Negara Indonesia untuk Canadian Catholic Organization for Development and Peace (CCODP) dari 2010 hingga 2015, ia mendukung mitra lokal dalam perencanaan strategis dan evaluasi. Sebelumnya, Marsen telah memberikan layanan jasa kepada organisasi seperti Semarak Cerlang Nusa – Consultancy, Research and Education for Social Transformation (SCN-SCEST) dan International Labour Organization (ILO). Dengan output berupa pelatihan, konsultasi, dan riset, pengalamannya mencerminkan kontribusi yang substansial dalam pengembangan masyarakat dan keberlanjutan organisasional.

Marsen Benediktus Sinaga memiliki ketertarikan khusus dalam penguatan masyarakat, keadilan sosial,dan pembangunan berkelanjutan. Selama kariernya, ia telah secara konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja, keberlanjutan lingkungan, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan. Marsen juga secara aktif terlibat dalam advokasi untuk pekerja migran dan masyarakat adat, serta mengkaji dampak kebijakan ekonomi global terhadap mereka. Meskipun memiliki keahlian yang luas, Marsen mungkin menghadapi keterbatasan dalam sumber daya atau aksesibilitas, terutama dalam konteks pekerjaan dengan komunitas yang rentan atau terpinggirkan. Namun, dedikasinya terhadap tujuan-tujuan tersebut tetap kuat, dan ia terus berupaya untuk memberikan kontribusi yang bermakna dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.

 

 

Akbar Ali

Akbar Ali adalah seorang profesional yang memiliki pengalaman dan keahlian yang luas dalam berbagai bidang, termasuk Perencanaan Perkotaan dan Regional, Program WASH, Pengembangan Tenaga Kerja, dan Manajemen Lingkungan. Dengan latar belakang gelar Sarjana di bidang Perencanaan Perkotaan dan Regional dari Institut Teknologi Bandung, Akbar telah membuktikan kemampuannya dalam memimpin proyek-proyek pembangunan yang kompleks.

Sebagai seorang Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran (MEL) Specialist, Akbar telah terlibat dalam merancang dan melaksanakan sistem M&E untuk proyek-proyek internasional seperti IFES Indonesia dan USAID INVEST DM 2.0. Kemampuannya dalam merancang proposal proyek dan menerapkan kerangka kerja pemantauan dan evaluasi yang logis telah membantu memastikan keberhasilan implementasi proyek.

Akbar juga memiliki pengalaman yang kuat dalam manajemen program dan kegiatan pengembangan masyarakat. Sebagai Senior Monitoring, Evaluasi, Penelitian, dan Pembelajaran (MERL) Specialist untuk Penabulu Foundation, ia telah memimpin evaluasi proyek-proyek berdampak besar seperti CO-EVOLVE 2 dan ECHO Green. Keahliannya dalam mengelola dan menganalisis data evaluasi telah membantu menyediakan wawasan berharga untuk perbaikan program dan kebijakan.

Dalam kariernya, Akbar telah berperan sebagai koordinator proyek, penasihat teknis, dan manajer program untuk berbagai organisasi dan lembaga, termasuk YAPPIKA-ActionAid dan PT. Indo Tambangraya Megah, Tbk. Keterampilan komunikasinya yang kuat dan kemampuannya untuk bekerja dengan berbagai pemangku kepentingan telah menjadi kunci kesuksesan proyek-proyek yang ia pimpin.

Dengan kualifikasi pendidikan yang kuat, keahlian yang luas, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Akbar Ali merupakan sosok yang berharga dalam bidang pengembangan internasional dan manajemen program di Indonesia. Dedikasinya terhadap kemajuan masyarakat dan pengalaman praktisnya membuatnya menjadi pemimpin yang efektif dalam mengatasi tantangan-tantangan pembangunan yang kompleks.

Kartisah Ajeng Kesuma Ningrum

Ajeng adalah seorang konsultan dan fasilitator profesional yang menemukan jalan profesinya melalui proses belajar dari pengalamannya selama kurang lebih 20 tahun. Dia  mengenyam Pendidikan di Institut Pertanian Bogor dan Fisip UI untuk belajar ilmu politik. Namun aktivitasnya di NGO yang banyak menghubungkannya pada kerja-kerja advokasi kebijakan, pengelolaan jaringan NGO, pengelolaan program, dan penataan kelembagaanlah yang lebih banyak berkontribusi pada kapasitasnya saat ini sebagai konsultan dan fasilitator.  Pada proses-proses itu dia banyak belajar mengelola dan memfasilitasi forum-forum, baik yang sifatnya kelembagaan maupun lintas organisasi dan lintas isu.

Pengalamannya aktif di NGO dimulai pada saat dia bergabung di YAPPIKA sebagai Project Officer Advokasi dan Jaringan pada tahun 1999 hingga 2004, lalu berlanjut sebagai Manager  Advokasi dan Jaringan hingga tahun 2010.  Pada waktu bersamaan, yaitu antara 2004 hingga 2010 dia juga aktif sebagai Koordinator  Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3), yaitu suatu jaringan masyarakat sipil yang berfokus pada advokasi pelayanan publik di Indonesia.

Profesinya sebagai konsultan dan fasilitator independen dimulainya tahun 2011. Dengan memfokuskan keahlian pada fasilitasi dan asistensi penguatan kelembagan NGO, perancangan program, pendampingan kapasitas advokasi dan analisis stakeholder, serta pendampingan pembuatan desain pelatihan dan teknik fasilitasi. Di tengah perjalanannya sebagai konsultan dan fasilitator independent, pada tahun 2016 Indonesia Budget Center (IBC) yaitu NGO yang bergerak di isu advokasi anggaran negara memintanya mengambil peran Direktur sementara selama dua tahun. Dia menggunakan masa dua tahun tersebut sebagai proses belajar, menggeluti penataan kelembagaan secara lebih dekat. Kemudian pada tahun 2018 hingga saat ini dia kembali memfokuskan perhatiannya pada profesinya sebagai konsultan dan fasilitator independent.

Pengalamannya memfasilitasi kelembagaan berbagai NGO dalam 14 tahun terakhir membuatnya cukup dipercaya oleh banyak NGO untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi penyusunan perencanaan strategis, penyusunan perancangan program kerja, penyusunan rencana kerja organisasi, assessment kapasitas organsiasi, penyusunan roadmap advokasi berbagai koalisi dan jaringan advokasi.

Saat ini, Ajeng sedang menekuni pendekatan mindfulness untuk mengembangkan metode pembelajaran dalam proses fasilitasi. Hal ini menunjukkan dedikasinya untuk terus berkembang secara pribadi dan profesional serta upayanya untuk memperdalam pemahaman dalam fasilitasi yang berkesadaran.

Triwahyuni Suci Wulandari

Triwahyuni Suci Wulandari memiliki latar belakang akademis ilmu hukum yang membuatnya tertarik untuk terjun di dunia advokasi. Suci sudah lebih dari 12 tahun aktif di dunia advokasi kebijakan publik untuk pemenuhan hak dasar (ekonomi, sosial, budaya) dan hak sipil politik warga masyarakat khususnya kelompok rentan dan marginal. Suci memiliki pemikiran yang terbuka, ramah dan senang belajar hal baru untuk bisa meningkatkan kompetensinya. Saat ini, dia sedang memperkaya kompetensinya terkait isu green budgeting dan keuangan digital inklusive perempuan.

Pengalaman advokasi diperoleh Suci pertama kali ketika bergabung dengan Yayasan Lestari Indonesia (YLI) pada akhir tahun 2003. Di Lestari Indonesia, dia mendalami berbagai metode advokasi, riset dan kajian serta menyusun perencanaan program pengembangan sumber daya kehutanan dan pemberdayaan petani hutan. Posisi terakhir yang diampu oleh Suci adalah Manager Advokasi.  Suci juga mulai bergabung dengan IDEA Yogyakarta sejak tahun 2007 dan mulai saat itu, dia fokus menekuni isu patisipasi, transparansi dan akuntabilitas kebijakan publik. 12 tahun bergabung di IDEA dengan posisi terakhir Direktur Program menjadikan Suci memiliki kompetensi dalam pengelolaan managemen kelembagaan dan program serta pengelolaan pengetahuan terkait isu kebijakan publik, proses perencanaan penganggaran dengan berbagai perspektif (gender, PRB, hak EKOSOB, pro poor, green budgeting), monitoring partisipatif dan advokasi kebijakan pembangunan daerah yang berpihak pada kelompok rentan dan marginal. Selain itu, dia juga mendalami isu pembangunan desa mengacu pada mandat UU Desa. Mendorong tata kelola pemerintahan desa yang baik melalui proses perencanaan pembangunan desa yang partisipatif, transparan dan akuntabel berbasis data desa menjadi satu keharusan.

Selama bergiat dengan kedua lembaga yang menaunginya, Suci telah menyusun banyak kajian terkait dengan kebijakan publik, analisis anggaran daerah dan desa dengan beragam perspektif (gender, kemiskinan, PRB, hak Ekosob), menyusun dokumen kebijakan daerah dan desa (RPJMD, SPKD, RAD PD, RPJM Desa), serta melakukan asistensi kepada pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. Ia telah bekerjasama dengan banyak pihak dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok masyarakat khususnya perempuan dan kelompok rentan serta organisasi masyarakat sipil tentang perencanaan penganggaran melalui serial “Sinau Anggaran”. 

Tahun 2009 – 2018, melakukan asistensi kepada TKPKD DIY dan Jateng dalam percepatan pengentasan kemiskinan dengan menjadi Koordinator Daerah (Korda) dalam program SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alleviation) kerjasama antara KKIPK – Ford Foundation dan KemenkoPMK.  Pada tahun 2018 – 2020 menjadi konsultan advokasi data BDT/DTKS Program PEDULI Pusat Rehabilitasi Yakkum – TAF. Melalui program ini, Suci melakukan advokasi data kelompok rentan dan marginal mitra program Peduli (Difabel, Penghayat Kepercayaan, Anak yang dilacurkan, Transpuan, Masyarakat adat dan Remaja rentan) untuk masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos. Dia juga menyusun policy brief untuk mendorong tim data TNP2K melakukan perbaikan mekanisme pengelolaan BDT/DTKS agar lebih inklusif.  Pada 2020 – 2021 melakukan riset tentang kebijakan fiskal untuk Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) mainstreaming gender, inklusi sosial dan ekologis  juga sempat menjadi konsultan di Bappenas untuk penyusunan VNR SDG’s Goal 1 : No Poverty (Perspektif Disabilitas). Di tahun 2022 juga ia menjadi konsultan penyusunan Perbub RAD kesehatan jiwa di Kabupaten Kulon Progo. Dia melakukan asistensi kepada TPKJM Kabupaten Kulon Progo dalam menyusun RAD Kesehatan Jiwa bekerjasama dengan Pusat Rehabilitasi Yakkum, Dinas Kesehatan Kulon Progo dan CBM.

Dari rekam jejaknya selama ini Suci memiliki ketertarikan  pada beberapa bidang di sini termasuk manajemen, penulisan, pelatihan, advokasi anggaran daerah, jaringan kelompok warga, hubungan multi-stakeholder, analisis/penelitian, kampanye, isu kemiskinan dan inklusi sosial, isu kelompok marginal dan rentan, isu gender, kebijakan publik, fasilitasi advokasi anggaran, perencanaan dan penganggaran, penelitian sosial, pengembangan modul, pengembangan kurikulum pelatihan dan legal drafting.

Misran Lubis

Seorang pria kelahiran Pasaman, Sumatera Barat yang sering disapa Misran. Memiliki latar pendidikan adalah sarjana komunikasi penyiaran islam di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang selesai pada tahun 2001.  Selain pendidikan formal, Misran Lubis juga mengikuti berbagai pendidikan singkat (Short Course) yang mendukung kerja-kerjanya sebagai aktivis organisasi masyarakat sipil. Dia adalah seorang aktivis yang memiliki kepedulian dengan isu perlindungan anak dan perempuan yang memiliki komitmen yang kuat, integritas, empati, keadilan, ketekunan dan tekad untuk mencapai perubahan positif dalam masyarakat.

Misran memiliki pengalaman selama 23 tahun menjadi seorang aktivis organisasi masyarakat sipil dimulai pada tahun 1998 sebagai relawan advokasi di Bitra Indonesia, dan kemudian bergabung dengan Yayasan PKPA tahun 2000 sampai sekarang. Selama bekerja di PKPA telah menempati berbagai level posisi, dari staf sampai menjadi direktur eksekutif dan sekretaris badan pengurus. Selain pengalaman bersama Yayasan PKPA, dia juga mendapat pengalaman sebagai ketua Forum Komunikasi PUSPA Sumatera Utara periode 2017-2020 sambil menjabat sebagai Ketua Dewan Daerah Walhi Sumatera Utara periode 2016-2020. Tahun 2019 sampai 2021 dia juga diangkat menjadi  Direktur Eksekutif Konsil LSM Indonesia, dan sejak Juli 2021 sampai dengan sekarang dia menjabat sebagai  Direktur Eksekutif JARAK Indonesia. Dengan pengalaman sebagai aktivis OMS selama lebih dari 20 tahun dia mendapat banyak pengalaman dalam manajemen OMS, pengorganisasi masyarakat dan isu-isu sosial lainnya. Saat ini dia juga tercatat sebagai kandidat komisioner KPAI periode 2022-2027.

Memiliki keahlian dalam penelitian dan menulis dalam kajian anak dan perempuan, menjadikannya kaya pengalaman dalam berkutat dengan penyusunan modul-modul pelatihan, laporan penelitian dan lain-lain. Misran Lubis telah menyusun banyak modul pelatihan dan panduan diantaranya, menyusun modul Pelatihan Child Safeguarding bagi organisasi masyarakat sipil ditahun 2012, menyusun modul training perlindungan anak (Menuju Organisasi Yang Aman Bagi Anak) saat bekerja di PKPA pada tahun 2014, dan menyusun Panduan Prinsip-prinsip Bisnis dan Hak Anak sektor Kelapa Sawit ditahun 2016 dan lain-lain. Misran juga sempat terlibat sebagai peneliti dan penulis “Praktik Baik Sinergi dan Inovasi yang didukung oleh  Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2020

Ali Akbar

Menurut Ali Akbar, Jika kita diam, maka mereka akan semakin yakin bahwa tindakan yang dilakukan adalah benar.”  Prinsip yang membuat lulusan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ini selalu bersikap tegas bahkan ngotot, menolak segala bentuk ketidakadilan; utamanya yang berurusan dengan tata kelola sumber daya alam. Konsistensi inilah yang membuatnya acapkali memimpin aksi berbasis akar rumput dan komunitas, serta mengorganisir jejaring regional dan nasional untuk menyuarakan gerakan energi bersih di Indonesia. 

Bergabung di WALHI Bengkulu pada tahun 2002, Ali Akbar menjabat sebagai Direktur Eksekutif di periode 2004 s/d 2009. Di masa kepemimpinannya, WALHI Bengkulu berhasil menyelamatkan beberapa sumber penghidupan rakyat dari ancaman industri ekstraktif, mengembalikan tanah rakyat yang dirampas oleh PT Saptasentosa jaya Abadi, menghentikan tambang pasir di pantai teluk Sepang Kota Bengkulu, serta menghentikan rencana pertambangan batubara di bukit kambing kepahyang, poin terpenting dalam kerja-kerja kampanye dan advokasi selama di WALHI Bengkulu adalah adanya komunitas hijau rakyat bengkulu, gabungan dari berbagai Organisasi Rakyat ini merupakan dasar dalam membangun gerakan bersama dalam menyelamatkan sumber penghidupan. Selepas masa jabatannya, Ali Akbar masih membersamai WALHI Bengkulu sebagai Ketua Dewan Daerah hingga tahun 2012. 

Di tahun 2009 Ali Akbar menjadi bagian dari Eksekutif Nasional WALHI manager pendidikan dan kaderisasi dengan tanggung jawab untuk membangun media pendidikan bagi organisasi rakyat di Indonesia. Posisi terakhirnya di Eksekutif Nasional WALHI adalah Kepala Departemen Mobilisasi Sumber Daya. 2016 adalah tahun Ali Akbar kembali ke Kanopi Hijau Indonesia di Bengkulu sebagai Ketua Badan Eksekutif. Dari sejak menjabat hingga saat ini, Ali Akbar dan Kanopi Hijau Indonesia terus menjadi teman komunitas untuk menyelamatkan penghidupan rakyat. Selain di tiga organisasi tersebut, Ali Akbar juga terlibat dalam beragam konsorsium dan jaringan sebagai koordinator program seperti AKAR Network (2018- sekarang) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (2018-2020). Dan hingga saat ini masih menjabat sebagai Koordinator Konsorsium Sumatera untuk Energi Bersih.

Banyak hal yang sudah dilakukan oleh Ali Akbar sejak tahun 2004 utamanya di bidang kampanye dan advokasi lingkungan. Pada 2006 hingga 2008, Dia mendampingi AKAR Network dalam pengembangan dan penyusunan program jaringan. Kesenangannya berbagi pengetahuan dan pengalaman membuatnya tak segan mengawal berbagai pelatihan sejak 2009 seperti; resolusi konflik, monitoring pencapaian program kampanye dan advokasi dampak perubahan iklim, pelatihan pengorganisasian rakyat, penyusunan program dan lain sebagainya. Dan sejak 2016 hingga saat ini, Ali Akbar masih memberikan layanan bagi 17 OMS anggota Konsorsium Sumatera dalam menyusun dan mengimplementasikan program Transisi Energi Bersih di Sumatera.